Kamis, 14 Juli 2016

CITA-CITA INDONESIA AKAN TERWUJUD, MENJADI POROS MARITIM DUNIA

Maritim Indonesia

“Indonesia akan menjadi poros maritim dunia, kekuatan yang mengarungi dua samudera, sebagai bangsa bahari yang sejahtera dan berwibawa” jelas bapak presiden RI, Joko Widodo dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur, sebagaimana dilansir dalam website presidenri.go.id.
Pernyataan Bapak Presiden Jokowi tersebut merupakan fokus pemerintah di abad ke-21 ini, dimana kekuatan Geo-Ekonomi dan Geo-Politik sedang bergeser dari Barat ke Asia Timur.
Indonesia sebagai kepulauan seribu dengan wilayah perairan yang cukup luas, dan terletak di garis Equator antara Asia dan Australia, juga diapit oleh dua samudera, yaitu pasifik dan Hindia merupakan peluang yang cukup besar untuk mewujudkan cita-citanya menjadi poros maritim dunia.
Banyak hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi ini, terutama Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia. Tentu saja perbaikan struktur dan infrastruktur dan semacamnya merupakan tugas pemerintah yang memerlukan anggaran yang tidak sedikit, akan tetapi bukan berarti rakyat hanya berpangku tangan. Rakyat sebagai SDM yang justru perlu mempersiapkan diri dengan matang. Mulai dari mengakses informasi, meningkatkan kemampuan berkomunikasi (bahasa asing), kemampuan menggunakan teknologi, dan memenej SDA. Seperti dikatakan oleh bapak Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) Helmy Faishal Zaini, “beberapa daerah mempunyai Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang melimpah, namun belum digali secara maksimal. Hanya dengan tekad, semangat dan kerja keraslah, kita mampu merubah daerah ini menjadi daerah maju”. Tegasnya dalam buku “Dari Pulau ke Pulau membangun Indoneisa”. Karena pada umumnya daerah maritim di Indonesia terutama daerah perbatasan merupakan daerah tertinggal, sehingga layak mendapat perhatian prioritas.
Yang menjadi fokus kita sekarang adalah bagaimana SDM siap dengan tantangan tersebut. Oleh karena itu Pengenalan kemaritiman kepada generasi muda merupakan salah satu upaya awal dalam menghadapi ini, termasuk akses informasi yang merata kepada seluruh warga negara terutama generasi muda.
Yang pertama-tama diperlukan untuk meningkatkan SDM ini adalah kesadaran diri sendiri, setiap orang perlu menyadari kemampuan dirinya. Kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan menggunakan teknologi terutama. Kedua hal ini sudah bukan masalah suka atau tidak suka, tetapi lebih kepada kebutuhan. Yang kedua adalah rasa nasionalisme yang kuat. Setiap warga negara diharapkan mempunyai rasa nasionalisme terhadap bangsanya sendiri, sehingga ia bertanggungjawab atas kemajuan bangsanya. kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi idealnya. Yang ketiga adalah pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan kemaritiman. Pendidikan kemaritiman menjadi penting, karena sektor maritim menyumbangkan pendapatan perkapita negara cukup tinggi, mengingat luasnya wilayah perairan. Selain itu juga pendidikan kemaritiman perlu guna mencegah eksploitasi terhadap biota laut.
keindahan maritim Indonesia juga menjadi salah satu keistimewaan bagi sektor wisata. Yang kemudian dapat—meminjam istilah menteri PDT, Helmy Faishal Zaini—mendongkrak ekonomi lokal. Maka dengan adanya peluang menjadi poros maritim dunia, sektor wisata diharapkan dapat mengangkat perekonomian Indonesia dengan signifikan.   

                                                             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar